Komitmen adalah keihklasan

Dua kata ini gampang di ucapkan dan mudah untuk di ingat, namun mempunyai makna yang berat dan mempunyai implikasi yang sangat besar, yaitu tanggung jawab. Komitmen bagi Saya adalah janji. Komitmen menyangkut harga diri, kotemplasi rasa, pikiran, harapan dan keinginan, karena nya untuk menjalankan komitmen di butuhkan keikhlasan yang super.


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering terjebak pada stigma yang berlaku, bahwa sebelum kita melakukan aktivitas selalu ada kesepakatan-kesepakatan yang berupa deal-deal khusus dan omongan-omongan yang menjanjikan. Contohnya .... karena menginginkan seseorang untuk bisa menjalankan usahanya pasti ada daya tarik yang di mainkan, sehingga seseorang itu akan terseret dan mau menerima apa yang menjadi keinginan itu.

Itu adalah  yang memang harus dilakukan atau hanya sebuah strategi belaka? Masalahnya kalau memang itu yang harus di lakukan tentu akan menjadi harapan yang sangat menguntungkan bagi kedua pihak, namun kalau hanya sebagai strategi belaka tentunya akan memberikan kerugian yang besar.

Sebagaimana yang di alami seorang teman, karena membutuhkan tenaga, pikiran dan pengalamannya telah mengadakan kesepakatan dengan deal-deal khusus yang penuh dengan janji. Ada sebuah Kantor (tidak perlu aku sebutkan ya..) yang membutuhkan seorang BM, karena seorang teman ini mempunyai pengalaman dan jam terbang yang cukup, maka di gaetlah seorang ini sesuai dengan kesepakatan yang mereka mau.

Awalnya ... begitu mesra dan Kantor itu berjalan sesuai dengan lazimnya, mulai di kenal oleh khalayak, mendapatkan pengakuan dari Customer nya dan omzet walau lambat tapi merangkak naik. Dengan kondisi itu ... sering di ajak makan bersama dan selalu ada jok-jok yang menyenangkan.

Ternyata kondisi itu tidak berlaku lama hanya beberapa bulan (2 bulan), karena kantor yang di pegang seorang teman ini membutuhkan tambahan support dana mengajukannlah proposal dan surat permohonan untuk support itu. Eeeee ... apa yang terjadi, hahaha ... hubungan menjadi renggang, yang pasti kita semua sudah bisa berpikir apa yang terjadi? Support itu tidak kunjung datang yang berakibat di tutupnya kantor itu.

Sepertinya tidak bisa di pungkiri bahwa untuk menjalankan komitmen secara nyata harus datang dari hati yang paling dalam, karena di butuhkan keikhlasan yang sangat besar, mau dan mampu menyingkirkan ego dalam menentukan mana yang menjadi prioritas.

0 komentar:

Posting Komentar

Sebelum Anda pergi ....
Mohon bantu Saya memperbaiki Tulisan ini, mungkin isinya kurang bermanfaat, Tutorial kurang jelas atau scriptnya tidak jalan. Setiap komentar yang Anda tinggalkan tentu akan Saya kunjung balik ke Blog Anda. Terima kasih! Salam kenal yaaaa ....